Cara Membuat Logo Emas Via Picsay Pro
-
Membuat Logo Emas - Halo sobat rumah edit foto, bagaimana kabarnya? semoga
semuanya sehat selalu. Pada kesempatan kali ini admin hadir kembali dengan
memba...
Home » Posts filed under Info Sains
Showing posts with label Info Sains. Show all posts
Showing posts with label Info Sains. Show all posts
Spesies Nyamuk Langka Pemakan Nyamuk
Sains & teknologi: Ditemukan, Nyamuk langka Pembasmi Nyamuk - Nyamuk jantan yang dimodifikasi secara genetik itu menurunkan populasi nyamuk hingga 80%.
Oxitec , sebuah lembaga penelitian asal Oxford, Inggris mengumumkan bahwa mereka telah mendapatkan hasil uji coba dari pelepasan nyamuk jantan yang telah dimodifikasi secara genetik di kepulauan Cayman.
Sebagai informasi, sejak Mei sampai Oktober lalu, Oxitec telah melepaskan nyamuk-nyamuk jantan tiga kali dalam sepekan di kawasan seluas 160 kilometer persegi.
Nyamuk jantan yang dilepas itu secara genetik telah dimandulkan. Tujuannya, agar saat mereka kawin dengan nyamuk betina, mereka tidak akan memiliki keturunan, sehingga populasi nyamuk akan berkurang.
Ternyata, dari uji coba yang dilakukan, pada Agustus lalu, jumlah nyamuk di kawasan tersebut turun 80 persen. Peneliti berharap, penurunan populasi nyamuk ini akan mengurangi pula kasus demam berdarah.
Seperti dikutip dari PopSci, 16 November 2010, berhubung hanya nyamuk betina yang menggigit manusia dan menularkan penyakit seperti demam berdarah, peneliti Inggris tersebut memprediksi, jika nyamuk jantan disterilkan secara genetik dan disebar, langkah itu akan efektif menurunkan populasi.
Meski banyak ilmuwan dan pecinta lingkungan yang keberatan atas langkah pemusnahan nyamuk karena khawatir akan mengganggu spesies lain yang bergantung pada nyamuk, Oxitec memastikan bahwa gen pemandul tersebut tidak akan menurun pada generasi penerus si nyamuk. Dengan demikian, metode ini tidak memiliki dampak permanen terhadap ekologi.
Disebutkan, nyamuk jantan itu akan berfungsi layaknya insektisida yang mengurangi angka nyamuk secara sementara, akan tetapi tanpa efek buruk seperti insektisida berbasis zat kimia beracun. Nyamuk jantan mandul ini juga lebih efektif untuk menumpas serangga yang telah mengembangkan kekebalan tubuh terhadap pestisida yang sudah sering digunakan.
Di kawasan di mana populasi nyamuk sedang meledak, penyakit yang disebabkan oleh nyamuk seperti demam berdarah, sakit kuning, dan malaria ikut melonjak. Menurunkan populasi nyamuk secara dramatis secara sementara dapat mengurangi jumlah kematian dan menyediakan waktu yang cukup untuk memberikan vaksinasi atau memberikan perawatan pada populasi manusia di kawasan tersebut.
Dengan naiknya angka kematian yang disebabkan oleh nyamuk, mencapai 2 juta kematian dari 700 juta orang yang terkena penyakit yang disebarkan nyamuk, temuan ini memberikan secercah harapan terhadap solusi yang selama ini dicari-cari. Yakni cara mengatasi nyamuk tanpa merusak lingkungan dengan menggunakan racun berbahan kimia.
Oxitec , sebuah lembaga penelitian asal Oxford, Inggris mengumumkan bahwa mereka telah mendapatkan hasil uji coba dari pelepasan nyamuk jantan yang telah dimodifikasi secara genetik di kepulauan Cayman.
Sebagai informasi, sejak Mei sampai Oktober lalu, Oxitec telah melepaskan nyamuk-nyamuk jantan tiga kali dalam sepekan di kawasan seluas 160 kilometer persegi.
Nyamuk jantan yang dilepas itu secara genetik telah dimandulkan. Tujuannya, agar saat mereka kawin dengan nyamuk betina, mereka tidak akan memiliki keturunan, sehingga populasi nyamuk akan berkurang.
Ternyata, dari uji coba yang dilakukan, pada Agustus lalu, jumlah nyamuk di kawasan tersebut turun 80 persen. Peneliti berharap, penurunan populasi nyamuk ini akan mengurangi pula kasus demam berdarah.
Seperti dikutip dari PopSci, 16 November 2010, berhubung hanya nyamuk betina yang menggigit manusia dan menularkan penyakit seperti demam berdarah, peneliti Inggris tersebut memprediksi, jika nyamuk jantan disterilkan secara genetik dan disebar, langkah itu akan efektif menurunkan populasi.
Meski banyak ilmuwan dan pecinta lingkungan yang keberatan atas langkah pemusnahan nyamuk karena khawatir akan mengganggu spesies lain yang bergantung pada nyamuk, Oxitec memastikan bahwa gen pemandul tersebut tidak akan menurun pada generasi penerus si nyamuk. Dengan demikian, metode ini tidak memiliki dampak permanen terhadap ekologi.
Disebutkan, nyamuk jantan itu akan berfungsi layaknya insektisida yang mengurangi angka nyamuk secara sementara, akan tetapi tanpa efek buruk seperti insektisida berbasis zat kimia beracun. Nyamuk jantan mandul ini juga lebih efektif untuk menumpas serangga yang telah mengembangkan kekebalan tubuh terhadap pestisida yang sudah sering digunakan.
Di kawasan di mana populasi nyamuk sedang meledak, penyakit yang disebabkan oleh nyamuk seperti demam berdarah, sakit kuning, dan malaria ikut melonjak. Menurunkan populasi nyamuk secara dramatis secara sementara dapat mengurangi jumlah kematian dan menyediakan waktu yang cukup untuk memberikan vaksinasi atau memberikan perawatan pada populasi manusia di kawasan tersebut.
Dengan naiknya angka kematian yang disebabkan oleh nyamuk, mencapai 2 juta kematian dari 700 juta orang yang terkena penyakit yang disebarkan nyamuk, temuan ini memberikan secercah harapan terhadap solusi yang selama ini dicari-cari. Yakni cara mengatasi nyamuk tanpa merusak lingkungan dengan menggunakan racun berbahan kimia.
Bahaya Letusan Bintik Matahari
Sains & Teknologi: Letusan Bintik Matahari Ancam Bumi - Pasalnya, material yang "dimuntahkan" oleh erupsi tersebut mengarah lurus ke arah bumi.
Jika Anda pernah mendengar berita tentang prediksi badai matahari yang terjadi di tahun 2013 nanti dan akan melumpuhkan seluruh aktivitas di bumi, kurang lebih apa yang terjadi akhir minggu lalu juga demikian. Akan tetapi, skalanya kali ini kemungkinan tidak sebesar perkiraan sebelumnya.
Pada gambar korona, atau cahaya semu di sekitar matahari, yang tertangkap oleh Solar and Heliospheric Observatory (SOHO) dan pesawat ruang angkasa kembar milik NASA, STEREO, nampak awan gas meletus keluar dari bintik matahari 1123 di sekitar bagian selatan matahari pada Jumat dini hari waktu setempat.
Letusan itu telah diklasifikasikan ilmuwan sebagai bintik surya C-4. Sayangnya, material yang "dimuntahkan" erupsi tersebut mengarah lurus ke arah bumi dengan kecepatan nyaris mendekati 500 kilometer per jam.
NASA memperkirakan awan gas tersebut akan sampai ke atmosfer bumi sekitar dua-tiga hari sejak Jumat, atau sekitar hari Minggu atau Senin waktu setempat (Florida, Amerika Serikat). "Pengamat lintang astronomi harus mewaspadai adanya aurora pada hari-hari tersebut," tutur NASA dalam keterangannya, yang dikutip VIVAnews dari TG Daily, Senin 15 November 2010.
Kabar baiknya, kali ini hanya sebagian kecil titik api yang cukup kuat untuk menghasilkan badai matahari. Namun, jika jumlah materinya cukup besar, yang mana kebanyakan mengandung proton dan elektron, tentu saja mampu menghasilkan medan magnet dan radiasi elektromagnetik ke ruang angkasa.
Hasilnya, radiasi yang muncul kemudian merusak seluruh gelombang elektromagnetik di bumi dan membuat bencana besar.
Bisakah Anda membayangkan bumi tanpa telekomunikasi? Hampir seluruh alat transportasi massal akan lumpuh, mulai dari kereta api, MRT, subway, dan tentu saja pesawat terbang.
Segala bentuk navigasi yang berbasis GPS dan berhubungan dengan satelit akan terkena imbas. Jaringan mobile dan radio akan lenyap. Dan, kemungkinan terburuk yang terjadi: beberapa hari ke depan kita hidup tanpa listrik.
Jika Anda pernah mendengar berita tentang prediksi badai matahari yang terjadi di tahun 2013 nanti dan akan melumpuhkan seluruh aktivitas di bumi, kurang lebih apa yang terjadi akhir minggu lalu juga demikian. Akan tetapi, skalanya kali ini kemungkinan tidak sebesar perkiraan sebelumnya.
Pada gambar korona, atau cahaya semu di sekitar matahari, yang tertangkap oleh Solar and Heliospheric Observatory (SOHO) dan pesawat ruang angkasa kembar milik NASA, STEREO, nampak awan gas meletus keluar dari bintik matahari 1123 di sekitar bagian selatan matahari pada Jumat dini hari waktu setempat.
Letusan itu telah diklasifikasikan ilmuwan sebagai bintik surya C-4. Sayangnya, material yang "dimuntahkan" erupsi tersebut mengarah lurus ke arah bumi dengan kecepatan nyaris mendekati 500 kilometer per jam.
NASA memperkirakan awan gas tersebut akan sampai ke atmosfer bumi sekitar dua-tiga hari sejak Jumat, atau sekitar hari Minggu atau Senin waktu setempat (Florida, Amerika Serikat). "Pengamat lintang astronomi harus mewaspadai adanya aurora pada hari-hari tersebut," tutur NASA dalam keterangannya, yang dikutip VIVAnews dari TG Daily, Senin 15 November 2010.
Kabar baiknya, kali ini hanya sebagian kecil titik api yang cukup kuat untuk menghasilkan badai matahari. Namun, jika jumlah materinya cukup besar, yang mana kebanyakan mengandung proton dan elektron, tentu saja mampu menghasilkan medan magnet dan radiasi elektromagnetik ke ruang angkasa.
Hasilnya, radiasi yang muncul kemudian merusak seluruh gelombang elektromagnetik di bumi dan membuat bencana besar.
Bisakah Anda membayangkan bumi tanpa telekomunikasi? Hampir seluruh alat transportasi massal akan lumpuh, mulai dari kereta api, MRT, subway, dan tentu saja pesawat terbang.
Segala bentuk navigasi yang berbasis GPS dan berhubungan dengan satelit akan terkena imbas. Jaringan mobile dan radio akan lenyap. Dan, kemungkinan terburuk yang terjadi: beberapa hari ke depan kita hidup tanpa listrik.
Embrio Lubang Hitam Mengancam Bumi
Info Teknologi: Bayi Lubang Hitam Ini Bisa Melahap Bumi - Lubang Hitam itu diperkirakan berjarak sekitar 50 juta tahun cahaya dari Bumi
Para astronom baru-baru ini menemukan fenomena di luar angkasa, yang mereka yakini sebagai lahirnya suatu "Lubang Hitam" hasil dari ledakan suatu bintang (supernova) lebih dari 30 tahun lalu. Lubang itu sangat rakus dan menelan apa yang ditemui, termasuk benda luar angkasa sebesar Bumi.
Demikian ungkap Avi Loeb, seorang astrofisikawan dari Universitas Harvard yang bekerjasama dengan Badan Antariksa AS (NASA), Senin 15 November 2010. Loeb mengungkapkan bahwa kemunculan Lubang Hitam itu hasil dari ledakan suatu bintang yang pertama kali ditemukan pada 1979.
Ledakan itu cukup besar untuk menimbulkan suatu lubang hitam. Tim astronom meyakini itu sebagai Lubang Hitam karena konstan melumat sisa-sisa bintang yang meledak. Itulah ciri-ciri Lubang Hitam, menghisap apa saja yang ada di depannya.
Menurut Loeb, dalam 30 tahun terakhir sejak supernova, bayi Lubang Hitam ini telah menelan benda yang massanya setara dengan Bumi. Menurut kantor berita Associated Press (AP), temuan Loeb dan rekan-rekannya ini dipublikasikan dalam suatu makalah yang dimuat di jurnal "New Astronomy."
"Dia [lubang hitam itu] ibarat pemakan planet dalam film 'Star Trek,'" kata ahli astrofisika dari NASA yang juga rekan Loeb, Kimberly Weaver, seperti dikutip AP. Lubang hitam itu begitu padat sehingga tidak ada unsur apapun - termasuk cahaya sekalipun - yang bisa lolos.
Dengan menggunakan pantuan teleskop milik NASA, Chandra X-Ray, dan teleskop-teleskop lain, Lubang Hitam itu diperkirakan berjarak sekitar 50 juta tahun cahaya dari Bumi dan terletak di salah satu galaksi Virgo, demikian menurut laman harian The Los Angeles Times.
"Lubang Hitam ini berukuran sekitar lima kali lebih besar dari matahari kita dan bintang yang meledak yang memunculkan benda itu kemungkinan 20 kali lebih besar dari matahari kita," kata Dan Patnaude, peneliti dari Harvard.
Dengan situasi saat ini, Lubang Hitam yang bernama ilmiah SN 1979C itu bisa membesar dua kali lipat dalam 40 juta tahun mendatang. "Benda ini memakan sebanyak yang dia bisa...mirip dengan remaja atau anak kecil," kata Patnaude. Tim peneliti yakin bahwa benda yang mereka temukan itu kemungkinan besar adalah Lubang Hitam.
Dalam ilmu astronomi, benda kosmik ini bukanlah sebuah lubang dalam arti harafiah, tetapi merupakan sebuah wilayah di mana hampir semua unsur tidak dapat lolos karena memiliki gaya gravitasi yang sangat besar.
Para astronom baru-baru ini menemukan fenomena di luar angkasa, yang mereka yakini sebagai lahirnya suatu "Lubang Hitam" hasil dari ledakan suatu bintang (supernova) lebih dari 30 tahun lalu. Lubang itu sangat rakus dan menelan apa yang ditemui, termasuk benda luar angkasa sebesar Bumi.
Demikian ungkap Avi Loeb, seorang astrofisikawan dari Universitas Harvard yang bekerjasama dengan Badan Antariksa AS (NASA), Senin 15 November 2010. Loeb mengungkapkan bahwa kemunculan Lubang Hitam itu hasil dari ledakan suatu bintang yang pertama kali ditemukan pada 1979.
Ledakan itu cukup besar untuk menimbulkan suatu lubang hitam. Tim astronom meyakini itu sebagai Lubang Hitam karena konstan melumat sisa-sisa bintang yang meledak. Itulah ciri-ciri Lubang Hitam, menghisap apa saja yang ada di depannya.
Menurut Loeb, dalam 30 tahun terakhir sejak supernova, bayi Lubang Hitam ini telah menelan benda yang massanya setara dengan Bumi. Menurut kantor berita Associated Press (AP), temuan Loeb dan rekan-rekannya ini dipublikasikan dalam suatu makalah yang dimuat di jurnal "New Astronomy."
"Dia [lubang hitam itu] ibarat pemakan planet dalam film 'Star Trek,'" kata ahli astrofisika dari NASA yang juga rekan Loeb, Kimberly Weaver, seperti dikutip AP. Lubang hitam itu begitu padat sehingga tidak ada unsur apapun - termasuk cahaya sekalipun - yang bisa lolos.
Dengan menggunakan pantuan teleskop milik NASA, Chandra X-Ray, dan teleskop-teleskop lain, Lubang Hitam itu diperkirakan berjarak sekitar 50 juta tahun cahaya dari Bumi dan terletak di salah satu galaksi Virgo, demikian menurut laman harian The Los Angeles Times.
"Lubang Hitam ini berukuran sekitar lima kali lebih besar dari matahari kita dan bintang yang meledak yang memunculkan benda itu kemungkinan 20 kali lebih besar dari matahari kita," kata Dan Patnaude, peneliti dari Harvard.
Dengan situasi saat ini, Lubang Hitam yang bernama ilmiah SN 1979C itu bisa membesar dua kali lipat dalam 40 juta tahun mendatang. "Benda ini memakan sebanyak yang dia bisa...mirip dengan remaja atau anak kecil," kata Patnaude. Tim peneliti yakin bahwa benda yang mereka temukan itu kemungkinan besar adalah Lubang Hitam.
Dalam ilmu astronomi, benda kosmik ini bukanlah sebuah lubang dalam arti harafiah, tetapi merupakan sebuah wilayah di mana hampir semua unsur tidak dapat lolos karena memiliki gaya gravitasi yang sangat besar.
Pesawat yang Mengantar ke Luar Angkasa
10. Lynx
Lynx, konsep pesawat yang mengangkut manusia ke luar angkasaPesawat yang ditenagai roket buatan XCOR Aerospace of Mojave, perusahaan baru yang terjun di bisnis pesawat ruang angkasa asal California. Pesawat yang relatif mungil ini harga tiketnya US$95.000, setara kurang lebih Rp850 juta per unit.
Satu kali penerbangannya hanya mampu menampung dua awak, seorang pilot dan seorang penumpang. Pesawat kecil ini mampu terbang bolak-balik dari bumi ke luar angkasa empat kali dalam sehari.
9. Silver Dart
Silver Dart, konsep pesawat yang mengangkut manusia ke luar angkasaPlanetSpace, produsen pesawat roket asal Chicago ini ingin membuat orbit perjalanan kecil di luar angkasa. Tidak sekadar pesawat yang mengangkut manusia, tetapi juga sebagai alat atau sistem transit bumi ke luar angkasa. Silver Dart merupakan pesawat ruang angkasa yang dilengkapi dengan mesin roket suborbital untuk penerbangan dari satu titik ke titik lain di atas permukaan bumi.
Jangkauannya lebih dari 25.000 mil (setara 40.233 km) dengan kecepatan hipersonik. "Perjalanan dari New York ke Paris yang ditempuh dalam waktu 20 menit seharusnya tidak menjadi pertanyaan lagi," kata CEO PlanetSpace Geoff Sheerin.
8. Soviet-Era Almaz Ride Space
Soviet-Era Almaz,konsep pesawat yang mengangkut manusia ke luar angkasaDibuat oleh Excalibur Almaz Limited, perusahaan yang berkantor di Isle of Man. Beberapa ilmuwan di dalamnya diambil dari RRVs (Soviet Union's Reusable Return Vehicle), perancang pesawat ulang alik yang membawa kosmonot Rusia ke luar angkasa pada 1970-an. Soviet-Era Almaz Ride Space berbentuk kerucut dan dapat dinaiki berkali-kali. Satu kali penerbangannya mampu mengangkut tiga awak, satu pilot dan dua penumpang.
Lynx, konsep pesawat yang mengangkut manusia ke luar angkasaPesawat yang ditenagai roket buatan XCOR Aerospace of Mojave, perusahaan baru yang terjun di bisnis pesawat ruang angkasa asal California. Pesawat yang relatif mungil ini harga tiketnya US$95.000, setara kurang lebih Rp850 juta per unit.
Satu kali penerbangannya hanya mampu menampung dua awak, seorang pilot dan seorang penumpang. Pesawat kecil ini mampu terbang bolak-balik dari bumi ke luar angkasa empat kali dalam sehari.
9. Silver Dart
Silver Dart, konsep pesawat yang mengangkut manusia ke luar angkasaPlanetSpace, produsen pesawat roket asal Chicago ini ingin membuat orbit perjalanan kecil di luar angkasa. Tidak sekadar pesawat yang mengangkut manusia, tetapi juga sebagai alat atau sistem transit bumi ke luar angkasa. Silver Dart merupakan pesawat ruang angkasa yang dilengkapi dengan mesin roket suborbital untuk penerbangan dari satu titik ke titik lain di atas permukaan bumi.
Jangkauannya lebih dari 25.000 mil (setara 40.233 km) dengan kecepatan hipersonik. "Perjalanan dari New York ke Paris yang ditempuh dalam waktu 20 menit seharusnya tidak menjadi pertanyaan lagi," kata CEO PlanetSpace Geoff Sheerin.
8. Soviet-Era Almaz Ride Space
Soviet-Era Almaz,konsep pesawat yang mengangkut manusia ke luar angkasaDibuat oleh Excalibur Almaz Limited, perusahaan yang berkantor di Isle of Man. Beberapa ilmuwan di dalamnya diambil dari RRVs (Soviet Union's Reusable Return Vehicle), perancang pesawat ulang alik yang membawa kosmonot Rusia ke luar angkasa pada 1970-an. Soviet-Era Almaz Ride Space berbentuk kerucut dan dapat dinaiki berkali-kali. Satu kali penerbangannya mampu mengangkut tiga awak, satu pilot dan dua penumpang.
Galaksi Purba Telah Ditemukan
![]() |
| Gambar galaksi purba |
Berita terbaru - Info Teknologi: Ditemukan, Galaksi Purba Tersembunyi
Penemuan galaksi itu dapat menyingkap bagaimana terbentuknya alam semesta dan galaksi.
Selasa, 9 November 2010, 11:13 WIB
Muhammad Firman
Astronom dan kosmolog dari The Open University di Milton Keynes, Inggris berhasil mendeteksi galaksi purba. Ia melakukan hal itu dengan menggunakan efek yang ditimbulkan oleh distorsi ruang dan waktu yang berada di jarak yang sangat jauh antara bumi dan galaksi tersebut.
Menurut astronom tersebut, Mattia Negrello, sebelumnya galaksi ini tersembunyi di balik debu-debu ruang angkasa. Penemuan galaksi yang sangat jauh tersebut berpotensi menyingkap bagaimana proses terbentuknya alam semesta dan galaksi awal.
Dia menjelaskan, galaksi jarak jauh umumnya sulit dilihat. Akan tetapi galaksi yang cahaya redupnya terselubung debu luar angkasa lebih sulit lagi dideteksi, bahkan meski menggunakan teleskop terbesar yang ada saat ini. Namun, para stronom berhasil mendongkrak efektivitas teleskop mereka dengan mengandalkan lensa dan galaksi yang ada di antara astronom dengan objek yang ingin mereka lihat.
Daya tarik gravitasi dari objek yang berada di tengah-tengah antara peneliti dan obyek yang diamati dapat mengganggu ruang dan waktu, efek ini mampu membelokkan cahaya. Efek yang disebut dengan ‘gravitational lensing’ inilah yang dapat meningkatkan kemampuan pengelihatan terhadap galaksi yang sangat jauh, atau setidaknya memungkinkan peneliti menangkap beberapa gambar seputar galaksi tersebut.
Umumnya, menemukan gravitational lense juga sangat memakan waktu. Saat ini, menggunakan data dari teleskop luar angkasa Herschel, galaksi bisa dideteksi dengan mudah menggunakan cahaya berpanjang gelombang sub milimeter jika mengamati langit dengan berukuran luas yang cukup.
Objek yang dilihat dari jarak sub milimeter umumnya diperkirakan merupakan galaksi berdebu, berada pada jarak yang jauh dan mengalami ledakan kuat dari terbentuknya bintang. Aktivtas intens ini menghasilkan debu yang mengaburkan mereka. Pada posisi langit tertentu, peneliti menemukan lima lensa gravitasi baru, galaksi berdebu yang membentuk bintang.
“Saya memperkirakan sekitar empat sampai enam buah galaksi terdeteksi pada data yang kami kumpulkan setahun lalu,” kata Mattia Negrello, seperti dikutip dari Space, 9 November 2010.
“Data tersebut mewakili sekitar 3 persen dari seluruh area yang akan dipetakan oleh Herchel di dalam H-ATLAS (Herschel Astrophysical Terahertz Large Area Survey).” Kata Negrello. “Sangat menggembirakan saat diketahui bahwa sebenarnya ada 5 buah,” ucapnya.
Metode yang digunakan peneliti kali ini lebih sederhana dibandingkan teknik sebelumnya. Mereka mengamati langit untuk mencari radiasi berukuran sub milimeter, mengidentifikasi objek yang paling terang dan menghilangkan beberapa kontaminan seperti galaksi lain yang ada di dekatnya.
Semua yang tersisa kemudian diketahui sebagai galaksi yang membentuk bintang. “Ini merupakan cara yang paling mudah untuk menemukan pemunculan gravitational lensing,” ucap Negrello.
Menurut Negrello, lima buah galaksi yang ditemukan diibaratkan hanya merupakan puncak dari gunung es. “Kami berharap dapat menemukan lebih dari 100 lagi dalam H-ATLAS penuh nantinya,” ucapnya.
Dengan menangkap detail yang diperkuat oleh gravitational lensing pada sejumlah galaksi, peneliti berharap akan dapat lebih memahami bagaimana cara mereka terbentuk dan berevolusi.
Penahan Badai Matahari Buatan NASA
![]() |
| Gambar badai matahari |
NASA menemukan alat terbaru: peringatan dini untuk melindungi Bumi dari badai Matahari.
Selasa, 9 November 2010, 10:05 WIB
Elin Yunita Kristanti
Tahun 2013 akan jadi tahunnya Sang Surya. Saat itu diperkirakan akan terjadi badai Matahari. Meski tak sampai menghancurkan peradaban di Bumi, ini jelas fenomena yang tak boleh dianggap remeh.
Badai Matahari bisa mempengaruhi atmosfer, memutus jaringan telekomunikasi, dan mematikan jaringan listrik di Bumi. Akibatnya fatal bagi manusia yang terlanjur tergantung pada teknologi.
Bayangkan, hidup tanpa listrik, dalam hitungan jam bahkan bulan. Sementara, alat transportasi massal -- kereta, MRT, subway, dan pesawat terbang. Tak hanya itu, alat navigasi berbasis GPS dan satelit akan lumpuh. Jangan harap telepon genggam Anda akan bisa digunakan.
Pada 2008, diprediksi, badai matahari akan menelan biaya ekonomi US$ 2 triliun di tahun pertama. Pemulihan butuh waktu 10 tahun.
Untuk mengantisipasi malapetaka, Badan Antariksa AS, NASA menemukan alat terbaru: peringatan dini untuk melindungi sumber energi Bumi dari dahsyatnya badai Matahari.
Proyek terbaru NASA ini dinamakan 'Solar Shield' yang didesain untuk memprediksi tingkat keparahan badai Matahari di lokasi tertentu di Bumi. Ini untuk membantu perusahaan listrik merencanakan respon dan membatasi potensi kerusakan pada peralatan mereka.
"Alat ini untuk mengetahui 'sesuatu akan datang dan mungkin menjadi besar," kata kepala proyek, Antti Pulkkinen, seperti dimuat situs Space.com.
Bagaimana cara kerjanya?
Prosesnya akan seperti ini: Saat coronal mass ejection atau lontaran massa korona Matahari terdata, data dari observatorium seperti satelit SOHO dan satelit Stereo NASA , memungkinkan tim membuat model 3D dan menyediakan prediksi jangka panjang kapan badai akan tiba -- sampai prediksi 24-48 jam.
Tim lalu menggunakan komputer di Goddard's Community Coordinated Modeling Center (CCMC) membuat prediksi umum,
Lalu, satelit pemantauan cuaca angkasa NASA akan memantau saat aliran partikel bergerak lebih dekat ke Bumi, sekitar 30 sampai 60 menit sebelum mencapai planet kita.
Data terkini, memungkinkan tim untuk cepat memperbaiki dan menyempitkan prediksi mereka. Hasil ini akan disampaikan NASA kepada Electric Power Research Institute Program Sunburst dan lalu disampaikan pada perusahaan penyedia listrik.
Pulkkinen mengatakan proyek Solar Shield masih dalam tahap percobaan dan masih dibutuhkan data yang pengamatan Matahari lebih banyak.
Pesawat Hipersonik X43A Buatan NASA
![]() |
| X-43A, pesawat eksperimen NASA 7 kali kecepatan suara |
Tujuannya untuk mencari cara agar manusia bisa ke ruang angkasa tanpa menggunakan roket.
Selasa, 9 November 2010, 13:13 WIB
Muhammad Firman
NASA berencana menganggarkan US$5 juta atau sekitar Rp44 miliar per tahun dalam jangka tiga tahun ke depan untuk mengembangkan kendaraan hipersonik yang bisa terbang hingga 5 kali kecepatan suara.
Jika pesawat tersebut digunakan di penerbangan komersial, maka ia tak lagi perlu 21 jam untuk menempuh perjalanan antara New York dan Sydney. Cukup 2 jam saja. Selain itu kabarnya, teknologi tersebut nantinya akan bisa diimplementasikan pada pesawat komersil.
Namun demikian, tujuan utama proyek ini adalah untuk mencari cara bagaimana manusia bisa pergi ke ruang angkasa dan ke planet seperti Mars tanpa menggunakan roket.
Sebagai ganti roket, kendaraan itu akan menggunakan mesin yang memanfaatkan udara, seperti layaknya pesawat terbang komersial. Meski penerbangan hipersonik pernah diraih beberapa kali sebelumnya, pendekatan ini merupakan teknologi baru. Pesawat akan mampu take off dan landing layaknya pesawat penumpang, tetapi dengan tenaga yang lebih besar.
Menurut proposal NASA yang dikutip dari TG Daily, 9 November 2010, pesawat tersebut nantinya harus dapat digunakan berulang kali. Untuk itu, material baru perlu dikembangkan sehingga dapat mengatasi temperatur yang sangat tinggi.
Disebutkan, masalah utama yang menjadi hambatan dalam mengembangkan pesawat hipersonik adalah overheat. Dan berhubung pesawat akan terbang dan mendarat seperti layaknya pesawat biasa, peralihan dari kecepatan biasa ke kecepatan hipersonik dilakukan setelah pesawat meninggalkan atmosfir. Untuk itu, kontrol dan manajemen energi sangatlah penting.
Sebagai informasi, pesawat hipersonik tercepat saat ini adalah X51-A Waverider yang juga dikembangkan NASA. Pesawat yang mengudara dengan bantuan pesawat B-52 bomber ini mampu mencapai kecepatan Mach 6 (sekitar 7.350 kilometer per jam) selama sekitar 3 menit.
Selain itu, NASA juga punya X43-A, pesawat hipersonik yang mampu terbang dengan kecepatan nyaris 7 kali kecepatan suara (kecepatan suara mencapai 1.236 kilometer per jam di suhu 20 derajat Celcius).
My Blog List
-
-
Daftar HP Sony Xperia yang Kebagian Update Android OS Nougat - Pada artikel kali ini saya akan memberikan daftar HP Sony Xperia yang kebagian update Android Nougat. Sebenarnya cukup terlambat karena beberapa tipe ponse...
-
Harga Samsung Galaxy S8 Terbaru di Indonesia Desember 2017 - Pada pertengahan tahun 2017 Samsung mengeluarkan dua seri flagshipsnya ke pasar Indonesia, yaitu Galaxy S8 dan S8+. Untuk Samsung Galaxy S8+ saya sudah mem...
-
Harga Dan Spesifikasi Evercoss Elevate Y2 Plus Power Desember 2017 - Tidak mau ketinggalan jauh, perusahaan Smartphone Evercoss ini kembali menunjukan taringnya di pasar perindustrian tanah air, dengan menghadirkan sebuah ko...
-
Harga Oppo F5 Youth dan Sepesifikasi Lengkap Terbaru November 2017 - Harga Oppo F5 Youth dan Sepesifikasi Terbaru November 2017 – Setelah beberapa bulan terakhir oppo resmi merilis oppo f5 dalam dua varian berbeda yaitu opp...
-
Harga Dan Spesifikasi ZTE Bingo - Setelah sekian lama di tunggu-tunggu, akhirnya perusahaan smartphone ZTE kembali memasarkan produk ciptaanya yang diberi nama Ponsel ZTE Bingo. Ponsel ZTE ...
Popular Posts
-
Ponsel PlayStation Dirilis April 2011 ? - Menurut sumber terdekat, Sony Ericsson tengah menyempurnakan ponsel canggihnya itu. Info Teknolo...
-
Setelah tadi menuliskan daftar harga handphone i-mobile , kali ini saya akan memberikan daftar Harga handphone lokal lainnya, yaitu Taxco. S...
-
SE Xperia X7 Mini - Setelah tadi ada informasi mengenai HP SE Xperia X7 beserta spesifikasinya, kali ini giliran SE Xperia X7 Mini. Informa...
-
Berita Terbaru - Sains & Teknologi Samsung Terjun ke Pasar Notebook Samsung Shark dengan dengan Intel Core i5 menandainya sebagai kom...
-
Cara beriklan di internet yang efektif dan menguntungkan - Anda sedang mencari cara beriklan di Internet? Cara beriklan di Facebook atau Ca...
-
Berikut ini merupakan daftar harga handphone i-mobile terbaru Juli 2011 . Mudah-mudahan bisa digunakan sebagai panduan bagi anda yang bernia...
-
Berita Terkini - Kisah seorang anak yang meloloskan diri dari penculikan berkat iPod. Seorang bocah perempuan berusia 12 tahun berhasil lolo...
-
Setelah Virus Mc Donald yang beredar beberapa waktu lalu di facebook. Kini giliran virus Video Porno Lindsay Lohan yang menyerang Facebook. ...
-
Berita terbaru - Sains & Teknologi Indocomtech 2009 Netbook Harga 2 Jutaan Juga Ada Sejumlah produsen lokal menjajakan netbook merek...








